TEMUAN IKAN MOLA (Fam. MOLIDAE) DI PANTAI LUWUK, BANGGAI, SULAWESI TENGAH

23 08 2010

Oleh:
Suwarso (Peneliti BRPL)
Duto Nugroho (Peneliti BRPL)
Abdullah Ali (Dinas Kelautan dan Perikanan, Kb. Banggai)

PENDAHULUAN
Pada tanggal 16 November 2007 telah tertangkap secara tidak sengaja seekor ikan ukuran besar berwarna abu-abu kecoklatan, berkulit tebal dan ’kasap’, yang dianggap ’aneh’ di perairan pantai Luwuk (Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah). Dikatakan aneh karena nelayan tidak mengenal ikan tersebut karena belum pernah menangkapnya, sehingga hal ini dikatakan kejadian luar biasa. Sehubungan dengan hal tersebut telah dilakukan pengamatan terhadap specimen, observasi lapangan serta wawancara, yang dilaksanakan pada tanggak 7-10 Desember 2007. Kegiatan merupakan kordinasi antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banggai di Luwuk dengan Balai Riset Perikanan Laut Jakarta. Pengamatan ditujukan untuk mengetahui nama SPECIES, sifat/karakter biologi, aspek lingkungan dan kemungkinan prospeknya.

HASIL
1. Pengamatan biologi dan Identifikasi
Pengamatan meliputi pengukuran, ciri-ciri morfologi untuk keperluan identifikasi, pengamatan isi lambung dan sampling jaringan. Identifikasi jenis (SPECIES) dan FAMILI mengikuti Nakabo (2002) dan Hutchins (1999). Hasil pengamatan, pengukuran dan identifikasi sebagai berikut:

Ciri Morfologi

Bentuk tubuh oval, berwarna coklat dengan spot-spot putih di badannya; kulit kasap (leathery). Panjang total dari ujung kepala sampai ujung ekor (clavus) 200 cm; tinggi badan 125 cm; berat tubuh sekitar 240 kg. Gill opening berupa lubang kecil yang terletak
didepan dasar sirip dada (pectoral-fin); mata kecil. Mulut terminal, kecil; empat gigi (bukan gigi palatine) berfusi membentuk karakteristik ’beak’ pada masing-masing rahang yang tanpa suatu median suture; ciri Ordo Tetraodontiformes.

Sirip dorsal (atas) dan sirip anal (bawah) bentuknya sama (triangular), besar sangat menonjol. Panjang sirip dorsal 84 cm dengan 16 jari-jari sirip lunak (soft spine rays), sirip anal panjang 82 cm dengan 15 soft spine rays. Panjang dari ujung-ujung sirip atas dan sirip bawah 270 cm. Sirip dada (pectoral fin) kecil membulat (ini merupakan ciri genus Mola; Nakabo, 2002), posisinya midlateral. Sirip perut (pelvic fin) absen.

Sirip ekor tidak ada tetapi berupa pseudo-caudal fin yang disebut clavus (ciri Fam. Molidae); clavus bentuknya membulat, disokong oleh elemen fin-rays (sebenarnya berasal dari sirip dorsal dan sirip anal yang bermigrasi) sebanyak 16 buah; ciri species Mola ramsayi yang membedakannya dengan species Mola mola (Common Mola) yang hanya memiliki 12-13 fine rays pada clavusnya (Hutchins In Carpenter & Niem, 2001).

Klasifikasi
Phylum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Tetraodontiformes
Famili : Molidae
Genus : Mola
Species : Mola ramsayi

Keterangan:
Terdapat 3 genera dari Famili Molidae, yaitu Masturus, Mola dan Ranzania; sedang yang lebih sering ditemukan adalah genus Mola. Species Mola mola merupakan species yang lebih umum (tipikal Fam. Molidae), sedang species Mola ramsayi dilaporkan ditemukan di perairan Afrika Selatan dan Australia (Bass et al., 2005).

Isi Lambung dan Gonad
Melalui pembedahan bagian abdominal dapat diambil isi lambungnya. Lambung (gut) berisi hancuran halus dari sisa-sisa makanan yang berwarna hitam, namun masih dapat dikenali sisa-sisa bagian tubuh cumi-cumi (squids) yang berupa tentakel didalamnya yang berwarna putih. Gonad tidak ditemukan, artinya diperkirakan bahwa specimen tersebut masih tergolong ikan muda (immature) dan belum mencapai masa reproduktif.

2. Kepustakaan dan prospeknya
Ikan Mola (Fam. Molidae), dikenal sebagai Ocean Sunfish, walaupun diketahui memiliki penyebaran luas di daerah tropik maupun sub-tropik tetapi species ini tergolong species yang jarang dan populasinya sedikit (endanger species ?). Hidup di perairan open ocean pelagic, dari permukaan hingga kedalaman 360 m (Nakabo, 2002; Hutchins In Carpenter & Niem, 2001). Ikan Mola adalah bony fish terberat di dunia (berat rata-rata
1000 kg), panjang dapat mencapai 3 m atau lebih. Bagian kepala dan badan nampak dominan, tidak memiliki caudal peduncle dan tipical cudal-fin yang disebut ’ekor’ tetapi ekornya adalah ekor palsu (pseudo-caudal fin).

Belum banyak informasi terinci dari species Mola ramsayi seperti yang tertangkap di Banggai. Informasi berikut adalah sifat-sifat biologi dari kerabat dekatnya, yaitu Mola mola (common Mola) berdasarkan publikasi dari Wikipedia. Ikan Mola biasanya ditemukan solitair, berpasangan atau dalam kelompok. Mereka sering terlihat berenang di permukaan tetapi kadang-kadang terlihat di sekitar alga laut dimana ikan-ikan kecil lainnya akan memakan parasit-parasit yang menempel pada kulitnya, atau sering terlihat bermalas-malasan di permukaan untuk memberi kesempatan kepada burung-burung laut untuk memakan parasit-parasit tersebut (Blue Ocean). Ikan Mola terutama memakan jellyfish dalam jumlah banyak, tetapi juga memangsa salps, comb jellies, zooplankton, squid, crustacea, ikan-ikan kecl, larva ikan dan eel grass.

Karena makanannya dalam jumlah banyak, kehadiran dari endangered species tersebut di suatu perairan bisa digunakan sebagai indikator perairan yang kaya nutrient. Perburuan untuk kepeluan ilmiah (penelitian) di sekitar Banggai mungkin diperlukan dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut: termasuk species langka (endangered species), kekayaan jenis dan unsur biodiversity, fungsi ekologi-ekosistim, dan hubungan
kekerabatan dengan ikan sejenis di berbagai belahan dunia seperti Australia, Taiwan, Afrika Selatan, dll. (Bass et all., 2005).

DAFTAR PUSTAKA
Bass, A. L., H. Dewar, T. Thys, J. T. Streelman & S. A. Karl. 2005. Evolutionary divergence among lineages of the Ocean Sunfish family, Molidae (Tetraodontiformes). Marine Biology,DOI 10.1007/s00227-005-0089-z.

Hutchins, J. B. MOLIDAE, Molas (ocean sunfish). 1999. In: K. E. Carpenter and V. H. Niem (Eds.). FAO Species Identification Guide for Fishery Purposes: The Living Marine Resources of the Western Central Pasific. Vol. I-VI. FAO, Rome.

Nakabo, Tetsuji (Ed.). 2002. Fishes of Japan: with pictorial keys to the species. Vol. I-II. English edition. Tokai University Press. Tokyo.

http://en.wikipedia.org/Ocean_sunfish


Actions

Information

5 responses

28 10 2010
santi

nice post

2 11 2010
Andhika

Thank you Santi….

30 10 2010
Nanosan

Bro… pas ane bikin skripsi dulu.. ni ikan muncul di Perairan Kepulauan Seribu…
Karena ukurannya gede… salah satu crew diver ngira ikan aneh trus ditombak deh…
Maklum… panik, hehehe. Tapi ikannya dibawa ke Taman Nasional Kep. Seribu, diawetkan pake formalin. Coba cek aja kalo penasaran…
Btw, nice info..

Sukses ya Pe.

2 11 2010
Andhika

Duh sayang bgt,,
perlu edukasi bagi nelayan, bahwa ikan jenis apa pun pasti punya fungsi ekosistem.
Sehingga bila salah satu menghilang, maka akan muncul ketidakseimbangan.
Ayo lestarikan aset nutfah perikanan kita. Jangan samapi anak-cucu kita hanya bisa melihat ikan Mola dalam gampbar maupun awetan saja.
Kapan gw pengen liat no.

3 03 2016
Iqbal Herwata

Dear Mas Andika,

Nama saya Iqbal Dari Reef Check Indonesia. saat ini kami sedang bersama pemerintah BPSPL Denpasar melakukan pengkajian ikan ini. Bisa kita meminta kontak penulis artikel di atas, untuk ber koresponedn langsung.

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: