Unsur Cuaca yang Mempengaruhi Ketahanan Benang dan Jaring

4 01 2010

Saat alat tangkap dioperasikan atau  tidak sedang dioperasikan alat tangkap tetap akan terpengaruh  oleh unsur-unsur cuaca. Unsur-unsur cuaca tesebut akan mempengaruhi daya tahan benang dan jaring (Klust, 1983a). Unsur-unsur cuaca yang berpengaruh terhadap daya tahan benang dan jaring adalah:

a. Intensitas Radiasi Matahari

Menurut Turyanti et al.(2006) intensitas radiasi matahari (emittance) ialah kerapatan aliran energi cahaya yang dipancarkan oleh suatu benda atau permukaan. Satuan yang digunakan adalah W.m-2.

Cahaya sendiri didefinisikan sebagai radiasi elektromagnetik yang dapat ditangkap mata manusia, tetapi pada buku ini yang dimaksud dengan cahaya akan pula mencakup radiasi elektromagnetik pada kisaran panjang gelombang yang tidak dapat ditangkap mata manunsia, yakni mencakup cahaya inframerah dan ultraviolet (Lakitan, 1994).

Sehubungan  dengan sifat fisika cahaya, maka ada beberapa hal yang harus diingat kembali, yaitu:

  1. Berkas cahaya terdiri dari beberapa komponen dengan panjang gelombang yang berbeda, sebagaimana didemonstrasikan oleh Newton tahun 1966 dengan menggunakan prisma.
  2. Cahaya bergerak lebih lambat pada media yang lebih rapat dibanding pada media yang lebih renggang. Sebagai contoh cahaya bergerak lebih lambat di dalam air dibandingkan pada udara.
  3. Cahaya dapat pula dipandang sebagai kumpulan paket diskrit (kuanta) dimana masing-masing memiliki energi yang spesifik.

Intensitas penyinaran dapat diukur dengan 3 jenis alat yang umum digunakan, yaitu fotometer, quantum meter, dan radiometer.

b. Lama Penyinaran

Pada saat bumi mengelilingi  matahari, posisi sumbu bumi tidak selalu tegak lurus terhadap garis hubung antara inti bumi dengan inti matahari. Garis hubung antara inti bumi dengan inti matahari pararel dengan radiasi matahari. Sudut yang terbentuk bervariasi sekitar 90 ± 23,5°C. Variasi dari sudut yang terbentuk ini menyebabkan garis edar matahari secara teratur bergeser ke belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (Lakitan, 1994).

Pergeseran garis edar matahari ini menyebabkan perubahan panjang hari (lama penyinaran) yang diterima pada lokasi-lokasi di permukaan bumi. Perubahan panjang hari tidak begitu besar pada daerah tropis yang dekat dengan garis ekuator. Untuk lokasi-lokasi di belahan bumi utara (BBU), lama penyinaran yang panjang (> 12 jam) akan terjadi saat garis edar matahari berada antara garis ekuator dengan garis lintang 23,5°LU. Lama penyinaran pendek (<12 jam), terjadi pada saat garis edar matahari di belahan bumi selatan (BBS) (Turyanti et al., 2006).

Lama penyinaran dapat diukur dengan alat yang diberi nama Campbell-Stokes.  Prinsip kerja alat tesebut adalah mengukur lama penyinaran berdasarkan kertas grafik khusus yang terbakar akibat fokus penyinaran oleh bola kristal jernih (Turyanti et al., 2006).

c. Hujan

Hujan merupakan satu bentuk presipitasi, atau turunan cairan dari angkasa, seperti salju, hujan es, embun, dan kabut. Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi, sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering, sejenis presipitasi tersebut yang dikenali sebagai virga (Turyanti et al., 2006).

Hujan memainkan peranan penting dalam kitaran hydrologik dimana kelembaban dari laut menguap, bertukar menjadi awan, terkumpul menjadi awan, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula (Turyanti et al., 2006).

Jumlah air hujan diukur menggunakan pengukur hujan. Data tersebut dinyatakan sebagai kedalaman air yang terkumpul pada permukaan rata, dan diukur kurang lebih 0,25 mm. Biasanya hujan memiliki kadar asam pH 6. Hujan di bawah pH 5,6, dianggap hujan asam (Turyanti et al., 2006).

d. Angin

Angin  merupakan efek dari gradien tekanan, gaya Coriolis, gaya apung, dan gaya friksi. Ketika perbedaan tekanan terjadi antara dua massa udara yang berdekatan, udara akan bergerak dari daerah dengan tekanan tinggi menuju daerah bertekanan rendah. Akibat rotasi planet, aliran akan dipengaruhi oleh gaya Coriolis, di daerah yang cukup jauh dari equator dan cukup tinggi dari permukaan. Secara luas yang mempengaruhi pergerakan global angin ialah perbedaan kalor antara equator dan kutub (perbedaan penyerapan dari energi matahari antara kedua zona iklim) dan rotasi dari bumi (Turyanti et al., 2006).

Campbell (1986) menyebutkan bahwa ada tiga sifat angin yang dapat dirasakan secara langsung oleh orang awam, yakni: (1) angin mennyebabkan tekanan terhadap permukaan yang menentang arah angin tersebut, (2) angin mempercepat pendinginan dari benda panas; dan (3) kecepatan angin sangat beragam dari tempat ke tempat dari waktu ke waktu.

e. Kelembaban (humidity)

Kelembaban adalah jumlah uap air yang terkandung dalam udara. Istilah kelembaban biasanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari berupa kelembaban relatif (Buck, 1970). Menurut Lakitan (1994), data klimatologi untuk kelembaban udara yang umum dilaporkan adalah kelembaban relatif (relative humidity, disingkat RH). Kelembaban relatif adalah perbandingan antara tekanan uap air aktual (yang terukur) dengan tekanan uap air pada kondisi jenuh. Rumus untuk menentukan relative humidity (RH) adalah sbb (Buck, 1970):

Dimana:

ρA : Tekanan uap air aktual;

ρa : Tekanan uap air pada kondisi jenuh.

Selain kelembaban relatif, kelembaban juga ada yang disebut kelembaban absolut. Kelembaban absolut dianalogikan jika semua air dalam satu m3 dikondensasikan ke dalam suatu wadah, wadah tersebut dapat menjadi timbangan kelembaban absolut. Kelembaban absolut memiliki nilai yang berkisar dari 0 gram/m3 saat udara kering hingga 30 gram/m3 saat uap air menjadi jenuh pada suhu 30°C.

Kelembaban relatif sangat penting dalam memperkirakan cuaca. Kelembaban mengindikasikan likelihood dari presipitasi, embun atau kabut (Turyanti et al., 2006).

f. Suhu

Suhu merupakan karakteristik inherent, yang dimiliki oleh suatu benda yang berhubungan dengan panas dan energi. Jika panas dialirkan pada suatu benda, maka suhu benda tersebut akan meningkat; sebaliknya suhu benda akan turun jika benda yang bersangkutan kehilangan panas. Akan tetapi hubungan antara satuan panas (energi) dengan satuan suhu bukan merupakan suatu konstanta, karena besarnya peningkatan suhu akibat penerimaan panas dalam jumlah tertentu akan dipengaruhi oleh daya tampung panas (heat capacity) yang dimiliki oleh benda penerima tersebut (Lakitan, 1994).

Definisi suhu secara objektif adalah ukuran relatif dari kondisi termal yang dimiliki oleh suatu benda. Besarnya suhu diukur dengan menggunakan thermometer. Suhu sendiri memiliki beberapa satuan, seperti Kelvin (°K), Celcius (°C), Fahrenheit (°F), dan Reamur (°R) (Buck, 1970).

Suhu udara akan berfluktuasi dengan nyata selama setiap periode 24 jam. Fluktuasi suhu udara dan suhu tanah berkaitan erat dengan proses pertukaran energi yang berlangsung di atmosfir. Pada siang hari, sebagian dari radiasi matahari akan diserap oleh gas-gas atmosfer dan partikel-partikel padat yang melayang di atmosfer. Serapan energi radiasi matahari ini akan menyebabkan suhu udara meningkat. Suhu udara harian maksimum tercapai beberapa saat seteleh intensitas cahaya maksimum tercapai. Intensitas cahaya maksimum tercapai pada saat berkas caahaya jatuh tegak lurus, yakni pada waktu tengah hari (Lakitan, 1994).

Sebagian radiasi pantulan dari permukaan bumi juga akan diserap oleh gas-gas dan partikel-partikel atmosfer tersebut. Karena kerapatan udara dekat permukaan lebih tinggi dan lebih berkesempatan untuk menyerap radiasi pantulan dari permukaan bumi, maka pada siang hari suhu udara dekat permukaan akan lebih tinggi dibandingkan pada lapisan udara yang lebih tinggi; sebaliknya pada malam hari, terutama pada saat menjelang subuh, suhu udara dekat permukaan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan suhu pada lapisan udara yang lebih tinggi (Lakitan, 1994).


Actions

Information

4 responses

10 02 2010
asw

apa aja yg mempengaruhi kelembaban udara itu mas ?

14 02 2010
andhikaprima

Dicoba jawab ya, ini hasil pencarian di paman google..
“Humidity is greatly affected by intensity of solar radiation, temperature, altitude, wind exposure, cover and water status of soil.”

Terjemahan bebasnya Kelembaban sangan dipengaruhi oleh intensitas dari radiasi matahari, suhu, ketinggian, angin tutupan dan kondisi air yang terkandung di tanah.

Sumber: http://www.tutorvista.com/content/biology/biology-iv/organisms-environment/climatic-factors-humidity.php

1 05 2010
cuki

lanjutkan bro……

2 05 2010
andhikaprima

OK bro!! Btw apa yang dilanjutkan nih??🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: