Serat Sintetis

4 01 2010

. Polyester (PES)

Serat PES dikembangkan pada tahun 1940 – 1941 oleh J. R. Whinield dan J. T. Dickson dari Inggris. Polyester dihasilkan dari Polikondensasi terephatic acid dan alcohol ethyleneglycol. Hasil dari senyawa kimia dari asam dan alkohol disebut ester sehingga istilah untuk serabut yang dihasilkan menjadi polyester. Pada mulanya serat ini mempunyai nama perdagangan Terylene (Klust, 1983a).

c. Polyethylene (PE)

Serat PE dikembangkan oleh Ziegler (Jerman) pada permulaan tahun 1950. Sebelum tahun 1950 teknik polimerisasi (UK) memerlukan tekanan tinggi sebesar 1.000 atm atau lebih. Setelah 1950 dikembangkan teknik pembuatan PE yang dilakukan dengan tekanan lebih rendah dan dengan katalisator organometal, seperti alumunium alkyl. Serat yang diproduksi dengan teknik ini mempunyai sifat-sifat fisik yang lebih baik. Monomer ethylene sebagai bahan dasar polyethylene secara normal diperoleh dengan petroleum (Klust, 1983a).

Molekul polyethylene dibuat dari proses inisiasi radikal bebas ke bentuk cabang sehingga menjaga molekul yang cocok tetap bersama. Teknik pembuatan PE berkembang dengan penggunaan katalis seperti Cr2O3, dengan begitu dihasilkan molekul PE dengan cabang yang sedikit. Molekul PE dengan rantai lurus yang disatukan akan menghasilkan PE yang transparan, kaku, dan kuat dibandingkan dengan PE dengan densitas rendah (MPC Faculty, 2008). Struktur kimia polyethylene disajikan pada Gambar 4.

Sumber: IDES, 2008 digambar ulang oleh Prasetyo, 2009

Gambar 4 Struktur kimia Polyethylene (PE).

d. Polypropylene (PP)

Dalam pembuatan PP digunakan teknik yang sama dengan pembuatan serat PE. Bedanya adalah jika PE menggunakan monomer ethylene, maka PP menggunakan monomer propylene. Serat PP dikembangkan pada tahun 1954 oleh Natta (Italy). Bahan ini semula dikenal dengan nama perdagangan Meraklon (Klust, 1983a). Struktur kimia polypropylene disajikan pada Gambar 5.

Sumber: ISSS, – digambar ulang oleh Prasetyo, 2009

Gambar 5 Struktur kimia Polypropylene (PP).

Menurut 3D Chem (2007) orientasi relatif dari tiap grup methyl (CH3) relatif terhadap grup methyl pada monomer tetangga. Seperti halnya vinyl polimer lain, PP juga tidak dapat dibuat dengan radikal polimerisasi.

e. Polyvinyl chloride (PVC)

PVC dikembangkan oleh F. Klate dan H. Hubbert (Jerman) dari monomer vinyl chloride. PVC merupakan serat sintesis pertama yang dihasilkan dalam skala industri (1934). Dalam bidang perikanan PVC yang lebih dikenal dengan “Pe Ce” merupakan serat yang pertama kali memperlihatkan sifat yang tahan pembusukan (Klust, 1983a).

3D Chem (2007) menjelaskan bahwa PVC yang diproduksi dengan polimerisasi dari monomer vinyl chloride menggunakan petroleum lebih sedikit. Banyak produk vinyl mengandung zat kimia tambahan yang merubah konsistensi kimiawi produk. Beberapa zat kimia tambahan yang disebut zat aditif dapat meluluhkan produk vinyl. Untuk membuat PVC fleksibel maka ditambahkan zat yang disebut plasticizers. Perkembangan teknologi telah mampu mendaur ulang PVC, proses ini disebut dengan “Vinyloop” yang dikembangkan oleh negara Eropa dan Jepang. Struktur kimia polyvinyl chloride disajikan pada Gambar 6.

Sumber: IDES, 2008 digambar ulang oleh Prasetyo, 2009

Gambar 6 Struktur kimia PVC (Polyvinyl chloride).

f. Polyvinylidene chloride (PVD)

PVD dikembangkan pada tahun 1939 di USA bahan ini dihasilkan dari co-polimerisasi dari campuran vinylidene chloride (sekurang-kurangnya 80%) dan komponen kedua, misalnya vinyl chloride. Dalam komposisi ini PVD dikenal dengan nama Saran. Kelompok lain dari chloro fibre yang diperoleh dengan Co-polimerisasi dikenal dengan nama “Vinyon” (USA) (Klust, 1983a).

g. Polyvinly alkohol (PVA)

PVA merupakan hasil penelitian dari W. O. Hermaun dan W. Haeknel pada tahun 1931. Di Jepang PVA telah berkembang pesat sejak tahun 1938. PVA dikembangkan lagi dengan pemberian tingkat asetilasi yang tinggi agar tidak larut dalam air. Pengembangan PVA tersebut disimbolkan dengan PVAA, contoh produk PVAA adalah Kuralon (Klust, 1983a).

Sumber:

Prasetyo, Andhika P. 2009. Kekuatan Putus (Breaking Strength) Benang  dan  Jaring  PA Multifilamen  pada  Penyimpanan  di Ruang  Terbuka  dan Tertutup. Skripsi [tidak dipublikasikan]. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK-IPB.

Klust, Gerhard. 1983a. Bahan Jaring untuk Alat Penangkapan Ikan. Edisi ke-2. (Penterjemah Team BPPI Semarang). Terjemahan dari  Netting Materials for Fishing Gear. Semarang: BPPI Semarang. 187 hal.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: