Pasang Surut (Tide)

28 12 2009

Pasang surut atau disingkat pasut merupakan salah satu parameter fisika yang lain, yakni suatu gerakan vertikal dari suatu masa air dari permukaan sampai bagian terdalam dari dasar laut yang disebabkan oleh pengaruh dari gaya tarik menarik antara bumi dan benda-benda angkasa terutama matahari dan bulan. Mengingat jarak antar bumi dan matahari lebih jauh dari pada jarak antara bumi dan bulan, maka fenomena pasang surut di bumi lebih dominan dipengaruhi oleh gaya tarik terhadap bulan (Pariwono, 1988)
Pasang surut di perairan Palabuhanratu bertipe campuran dan lebih didominasi ke arah pasut ganda (Pariwono et.al, 1988). Arus pasang surut menyusur pantai (long shore current) yang diakibatkan oleh gelombang berkisar antara 0,5-1,0 m/s dan arah arus berubah sesuai perubahan arah gelombang datang.
Kecepatan arus saat terjadinya pasang yaitu berkisar antara 5-16 cm/det dengan arah menuju mulut teluk (Sanusi, 1994 dalam Waluyo, 2003).
Faktor pembangkit pasut diantaranya adalah posisi bumi, bulan dan matahari. Delatasi atau sudut bulan atau juga matahari serta faktor posisi-posisi lain yang selalu berubah-ubah dan menyebabkan variasi pasut yang terbagi menjadi 3 macam yaitu:
1. Pasang surut tipe harian tunggal : Bila dalam waktu 24 jam terdapat 1 kali pasang dan dua kali surut. Tipe ini sering disebut sebagai diurnal type.
2. Pasang surut tipe harian ganda : Bila dalam waktu 24 jam terdapat dua kali pasang dua kali surut. Tipe ini disebut sebagai semi diurnal type.
3. Pasang surut tipe Campuran : Bila dalam waktu 24 jam terdapat bentuk campuran yang condong ke tipe harian tunggal atau condong ke tipe harian ganda.
Menurut Surbakti (2007), memaparkan bahwa harga periode Pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit.
Pasang surut berdasarkan pengaruh gravitasi dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Pasang purnama (spring tide) terjadi ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam suatu garis lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang sangat tinggi dan pasang rendah yang sangat rendah. Pasang surut purnama ini terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama.
b. Pasang perbani (neap tide) terjadi ketika bumi, bulan dan matahari membentuk sudut tegak lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang rendah dan pasang rendah yang tinggi. Pasang surut perbani ini terjadi pasa saat bulan 1/4 dan 3/4.

 

Sumber:

Pariwono. At .al,.1988. Study up welling di Perairan Selatan Pulau Jawa. FPIK IPB. Bogor

Surbakti, Heron. 2007. Pasang Surut. http://surbakti77.wordpress.com/2007/09/03/pasang-surut/ [diakses 20 September 2007]

Waluyo. 2003. Variabilitas Suhu, Salinitas dan Arus dari Data Pelampung Pengamat Triton di Bagian timur Equator Samudera Hindia pada Bulan Oktober 2001-Maret 2002. skripsi. Bogor : Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: