Mengenal IUU Fishing

15 09 2009

Pengertian Illegal, Unreported dan Unregulated  (IUU) Fishing secara harfiah dapat diartikan sebagai Kegiatan perikanan yang tidak sah,  Kegiatan perikanan yang tidak diatur oleh peraturan yang ada, atau Aktivitasnya tidak dilaporkan kepada suatu institusi atau lembaga pengelola perikanan yang tersedia.

IUU Fishing dapat terjadi disemua kegiatan perikanan tangkap tanpa tergantung pada lokasi, target spesies, alat tangkap yang digunakan serta intensitas exploitasi. Dapat muncul di semua tipe perikanan baik skala kecil dan industri, perikanan di zona juridiksi nasional maupun internasional seperti high seas.

Illegal Fishing yaitu kegiatan penangkapan ikan :

1.        Yang dilakukan oleh orang atau kapal asing pada suatu perairan yang menjadi yurisdiksi suatu negara tanpa izin dari negara tersebut atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

2.        Yang bertentangan dengan peraturan nasional yang berlaku atau kewajiban internasional;

3.        Yang dilakukan oleh kapal yang mengibarkan bendera suatu negara yang menjadi anggota organisasi pengelolaan perikanan regional tetapi beroperasi tidak sesuai dengan ketentuan pelestarian dan pengelolaan yang diterapkan oleh organisasi tersebut atau ketentuan hukum internasional yang berlaku.

Kegiatan Illegal Fishing yang umum terjadi di perairan Indonesia adalah :

a)       penangkapan ikan tanpa izin;

b)       penangkapan ikan dengan mengunakan  izin palsu;

c)        Penangkapan Ikan dengan menggunakan alat tangkap terlarang;

d)       Penangkapan Ikan dengan jenis (spesies) yang tidak sesuai dengan Izin.

Penyebab Illegal Fishing

  1. Meningkat dan tingginya permintaan ikan (DN/LN)
  2. Berkurang/Habisnya SDI di negara lain
  3. Lemahnya armada perikanan nasional
  4. Izin/dokumen pendukung dikeluarkan lebih dari satu instansi
  5. Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di laut
  6. Lemahnya delik tuntutan dan putusan pengadilan
  7. Belum ada visi yang sama aparat penegak hukum
  8. Lemahnya peraturan perundangan dan ketentuan pidana

Unreported Fishing yaitu kegiatan penangkapan ikan :

1.        Yang tidak pernah dilaporkan atau dilaporkan secara tidak benar kepada instansi yang berwenang, tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional;

2.        Yang dilakukan di area yang menjadi kompetensi organisasi pengelolaan perikanan regional, namun tidak pernah dilaporkan atau dilaporkan secara tidak benar, tidak sesuai dengan prosedur pelaporan dari organisasi tersebut.

Kegiatan Unreported Fishing yang umum terjadi di Indonesia:

a)       penangkapan ikan yang tidak melaporkan hasil tangkapan yang sesungguhnya atau pemalsuan data tangkapan;

b)       penangkapan ikan yang langsung dibawa ke negara lain  (transhipment di tengah laut)

Penyebab Unreported Fishing

  1. Lemahnya peraturan perundangan
  2. Belum sempurnanya sistem pengumpulan data hasil tangkapan/ angkutan ikan
  3. Belum ada kesadaran pengusaha terhadap pentingnya menyampaikan data hasil tangkapan/angkutan ikan
  4. Hasil Tangkapan dan Fishing Ground dianggap rahasia dan tidak untuk diketahui pihak lain (saingan)
  5. Lemahnya Ketentuan Sanksi dan Pidana
  6. Wilayah kepulauan menyebabkan banyak tempat pendaratan ikan yang sebagian besar tidak termonitor dan terkontrol
  7. Unit penangkapan di bawah < 6 GT tidak diwajibkan memiliki IUP dan SIPI (unregulated), sehingga tidak diwajibkan melaporkan data produksinya.
  8. Sebagian besar perusahaan yang memiliki armada penangkapan memiliki pelabuhan / tangkahan tersendiri.
  9. Laporan produksi yang diberikan oleh pengurus perusahaan kepada dinas terkait cenderung lebih rendah dari sebenarnya. Menurut petugas retribusi laporan produksi umumnya tidak pernah mencapai 20% dari produksi yang sebenarnya.

Unregulated Fishing yaitu kegiatan penangkapan ikan :

1.        pada suatu area atau stok ikan yang belum diterapkan ketentuan pelestarian dan pengelolaan dan kegiatan penangkapan tersebut dilaksanakan dengan cara yang tidak sesuai dengan tanggung-jawab negara untuk pelestarian dan pengelolaan sumberdaya ikan sesuai hukum internasional;

2.        pada area yang menjadi kewenangan organisasi pengelolaan perikanan regional, yang dilakukan oleh kapal tanpa kewarganegaraan, atau yang mengibarkan bendera suatu negara yang tidak menjadi anggota organisasi tersebut, dengan cara yang tidak sesuai atau bertentangan dengan ketentuan pelestarian dan pengelolaan dari organisasi tersebut.

Kegiatan Unregulated Fishing di perairan Indonesi, antara lain masih belum diaturnya:

a)       mekanisme pencatatan data hasil tangkapan dari seluruh kegiatan penangkapan ikan yang ada;

b)       wilayah perairan-perairan yang diperbolehkan dan dilarang;

c)        pengaturan aktifitas sport fishing; kegiatan-kegiatan penangkapan ikan menggunakan modifikasi dari alat tangkap ikan yang dilarang.

Penyebab Unregulated Fishing

  1. Potensi SDI di perairan Indonesia masih dianggap memadai dan belum membahayakan
  2. Sibuk mengatur yang ada karena banyak masalah
  3. Orientasi jangka pendek
  4. Beragamnya kondisi daerah perairan dan SDI
  5. Belum masuknya Indonesia menjadi anggota organisasi perikanan internasional

Kerugian Akibat IUU FISHING

v      Subsidi BBM dinikmati oleh kapal-kapal yang tidak berhak;

v      Pengurangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);

v      Peluang kerja nelayan Indonesia (lokal) berkurang, karena kapal-kapal illegal adalah kapal-kapal asing yang menggunakan ABK asing;

v      Hasil tangkapan umumnya dibawa langsung ke luar negeri (negara asal kapal), sehingga mengakibatkan: (a) hilangnya sebagian devisa negara dan (b) berkurangnya peluang nilai tambah dari industri pengolahan;

v      Ancaman terhadap kelestarian sumberdaya ikan karena hasil tangkapan tidak terdeteksi, baik jenis, ukuran maupun jumlahnya;

v      Merusak citra Indonesia pada kancah International karena IUU fishing yang dilakukan oleh kapal asing berbendera Indonesia maupun kapal milik warga negara Indonesia. Hal ini juga dapat berdampak ancaman embargo terhadap hasil perikanan Indonesia yang dipasarkan di luar negeri.

Sebagian Kerugian Ekonomi karena IUU Fishing

  1. Pungutan Perikanan yang dibayarkan dengan tariff kapal Indonesia.
  2. Subsidi BBM yang dinikmati oleh kapal asing yang tidak berhak.
  3. Produksi ikan yang dicuri (Volume dan Nilai)

Rincian

Pukat Ikan

L. Arafura

Pukat Ikan

S. Malaka

Pukat Udang

Pulat Cincin

Pelagis Besar

Rawai Tuna

Ukuran Kapal (GT)

202

240

138

134

178

Kekuatan Mesin  (HP)

540

960

279

336

750

Produksi (Ton/kpl/th)

847

864

152

269

107

Rugi Pungutan Perik

Rp.Juta/Kapal/Th

193

232

170

267

78

Rugi Subsidi BBM

Rp.Juta/Kapal/Th

112

221

64

77

173

Rugi Produksi Ikan

Rp.Juta/Kapal/Th

3.559

1.733

3.160

1.101

801

Total Kerugian

Rp.Juta/Kapal/Th

3.864

2.187

3.395

1.446

1.052

Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kendari : http://www.p2sdkpkendari.com
Versi Online : http://www.p2sdkpkendari.com/?pilih=lihat&id=218


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: