Virus Yang dianggap Paling Berbahaya

24 08 2009

Ketika nama virus disebut, seakan keadaan menakutkan ataupun membahayakan segera hadir. Apalagi dihubungkan dengan kata berbahaya, ditambah lagi paling berbahaya. Dalam pembahasan kali ini, kita mencoba belajar merangkai kata, membuat kalimat sehingga mampu dipahami yang revansinya dengan virus yang sangat membahayakan tetapi bisa juga sebaliknya.

Dalam dunia medis, virus adalah kuman yang sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang bahkan bisa mengancam kehidupan. Di kalangan remaja, baik yang baru masuk ke dunia remaja atau sedang menikmati keremajaannya, virus sering kali dihubungkan dengan suatu keadaan hasrat dan keinginan yang menggebu-gebu atau kita sebut saja dengan istilah cinta.

Virus cinta pada hakekatnya tidaklah berbahaya, tetapi kita tidak boleh menyepelekannya begitu saja. Bagaimanapun juga, virus tetap saja akan berdampak kematian apabila tidak ditanggulangi dengan serius, lebih-lebih bagi mereka yang kurang mampu memahami makna dibalik cinta.

Bukan hanya satu atau dua kasus yang terjangkit virus cinta yang berujung dengan kematian. Diberbagai media massa, baik cetak (print out) atau media elektronik (electronict media) dikabarkan banyaknya nyawa yang melayang hanya gara-gara terjangkit penyakit atau virus cinta. Kabar ini bukan sekedar informasi belaka melainkan kenyataan yang harus kita waspadai agar tidak menyebar kepada mereka yang sehat dan masih waras.

Karena tidak menutup kemungkinan, hari ini kita yang waras, sehat jasmani dan rohani, besok akan terjangkit penyakit halus tetapi meyakinkan ini. Cara kerjanya sangat halus tetapi sangat pasti dan menjanjikan hasil.

Ada dua dampak yang disebabkan oleh virus cinta :

Dampak pertama adalah positif

Semangat, senang, optimis dan berbagai sikap positif lainnya adalah keadaan yang diakibatkan oleh virus cinta dengan dampak positif. Dampak positif inilah yang acap kali  menjadikan yang lemah menjadi kuat, sakit menjadi sembuh, tangis menjadi senyum dan tawa, jauh terasa dekat bahkan luka karena dicubit bisa dimaknai sayang.

Sedangkan dampak yang kedua adalah bersifat negative.

Disinilah awal timbulnya virus cinta yang berujung kematian. Rasa putus asa, kecewa, kecil hati, malas, trouma berkumpul jadi satu. Keadaan ini biasanya dialami oleh mereka yang terlalu mempercayakan hatinya kepada sang pujaan tetapi dikhianati atau tidak sampai ke akhir harapan. Kalau  keadaan seperti ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan orang yang terserang akan stress, gila bahkan mati, baik dengan cara serangan jantung, bunuh diri atau nekad dengan mendatangi siapa dalang yang menjadikannya kecewa yang berakibat pembunuhan.

Apakah orang yang bunuh diri adalah korban cinta? TIDAK dan BUKAN. (temukan jawabannya di Putus Cinta, Bunuh Diri? Itu Bukan Korban Cinta)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: