Jangan Keliru Menyayangi Anak

24 08 2009

Anak adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan, adalah anugrah yang harus disyukuri bahkan bisa jadi adalah permainan yang harus disikapi. Banyak di kalangan orang tua yang tidak mengetahui dengan jelas tanggung jawabnya sebagai pendidik pertama dalam jenjang pendidikan seorang anak. Tidak sedikit pula orang tua yang menjadikan anak hanya kebanggaan semata. Tanpa memperhatikan lebih dalam kemana anak akan dibawa.

Sikap dan prilaku orang tua dalam mendidik seorang anak harus melihat jenjang umur anak. Kita saksikan di kalangan orang tua terlalu banyak memberikan materi dalam memndidik anak tanpa memberikan contoh sikap yang dibutuhkan dalam perkembangan kepribadian anak.

Cinta kepada anak bukan berarti menuruti setiap kemauan dan keinginan anak yang kurang tepat. Bukan memanjakan anak dengan mengabulkan segala permintaan anak. Justru hal demikian anak membawa kepada pribadi anak yang serba ketergantungan. Apabila anak dibiasakan memiliki ketergantungan kepada yang di luar dirinya, orang tua akan melihat hasilnya beberapa tahun atau bulan yang akan datang.

Ada beberapa langkah alternative yang mungkin dapat dilaksanakan dalam rangka membentuk pribadi anak yang mempesona, baik di mata khalayak lebih-lebih di hadapan keluarganya sendiri, :

Membiasakan memberikan contoh yang baik di hadapan anak, (menggunakan sikap).

Tidak pernah memarahi anak dengan emosional tinggi tetapi menegurnya dengan perasaan sayang.

Sesekali memberikan upah terhadap prestasi yang diraih anak walau hanya dalam pekerjaan yang ringan.

Memberikan perhatian khusus kepada anak bukan diserahkan kepada orang lain. Karena lain orang lain pula hasilnya.

Jangan menampakkan masalah yang sedang dihadapi kepada anak.

Melatih anak dari hal yang paling sederhana sampai kepada hal-hal yang mampu menjadikan nalar anak mulai aktif.

Yang lebih penting juga adalah bagaimana orang tua mendidik dirinya sendiri, karena secara naluriah, anak juga lambat laun akan merasakannya.

Masih banyak lagi tips dan langkah yang harus dilakukan orang tua dalam menata cintanya bagi seorang anak. Memelikan beraneka ragam mainan, pakaian, jajan dan semacamnya bukan membawa kepada cinta anak tetapi lambat laun akan membawa kepada rasa mangkel kepada anak.

Telah banyak realita kehidupan dihadapan kita, orang tua yang menjadi pembantu anaknya sendiri, atau anak yang menganggap dirinya dijadikan raja oleh orang tuanya. Ini semua dilatarbelakangi oleh sikap orang tua sendiri dalam mendidik anak. Kasih sayang yang terlalu berlebihan akan memberikan dampak negative pula apabila tidak bisa mengontrol arah dan tujuan kasih sayang itu sendiri.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: