Ket: Artikel ini merupakan bagian dari Laporan Fieldtrip M.K. PJJK Penulis
Spektral adalah hasil interaksi antara energi elektromagnetik (EM) dengan suatu objek. Objek yang ada di permukaan bumi mempunyai karakteristik yang berbeda sati dengan lainnya (khas). Ada objek yang mempunyai sifat dara serapnya (absorpsi) terhadap EM tinggi dan pantulannya rendah, sebaliknya ada objek yang mempunyai daya serap yang rendah dan daya pantulnya tinggi. Pola pantulan dan absorpsi ini berbeda untuk panjang gelombang (wavelength) yang berbeda. Jika dikaitkan dengan citra satelit, maka masing-masing objek akan memberikan pantulan EM yang berbeda, sehingga kita mampu membedakan suatu objek dengan objek yang lain (identifikasi) (Kusumowidagdo dkk, 2007).
Gambar 1 Panjang gelombang visible yang digunakan pada inderaja.
Sumber: http://www.weather.nps.navy.mil
Gambar 2 Jendela atmosfer untuk masing-masing panjang gelombang.
Sumber: http://en.wikipedia.org
Ketika melakukan kegiatan berbasiskan spektral domain, seperti dengan scanner udara dan citra satelit, maka penting untuk memperhatikan properti seperti down-dan up-welling radiance, atenuasi dan relektansi spektral (Anonim, 1999).
Latar belakang untuk kepentingan di spectral signature adalah bahwa penanda (signature) mecirikan spektral dari target yang diamati, nilai spektral ini dipengaruhi oleh sifat optik media dan permukaan yang diamati. Komposisi medium atau permukaan sehingga mempengaruhi bagaimana cahaya ditransmisikan, diserap, tersebar atau dipantulkan. Spectral reflectance signature dengan demikian dapat membantu dalam menentukan pada apakah dua target yang berbeda jenis dapat dibedakan dari satu sama lain, dan jika demikian di bagian mana dari spektrum karakteristik spektral yang berbeda (Anonim, 1999).
Untuk pengamatan dari karakteristik spektral digunakan alat spectroradiometer. Umumnya karakteristik berdasarkan hasil pengamatan spectral signature lebih baik daripada nilai tunggal. Beberapa dari nilai-nilai dapat diukur secara langsung menggunakan Spectroradiometer, misalnya FieldSpec, yang lain diturukan dri beberapa spectral signature (Anonim, 1999).
Idealnya reflektansi diukur/dihitung berdasarkan pengukuran yang simultan terhadap radian fluks dan jauh dari objek. Namun hal ini memerlukan set-up sensor ganda, yang jauh lebih mahal daripada sensor tunggal. Dalam sensor tunggal spectral reflectance bukan diukur pada ujung serat optik vertikal turun menuju sasaran yang diketahui reflectance, misalnya sebuah panel Spectralon. Pengukuran ini disebut referensi putih. Pengukuran berikut kemudian dibuat relatif terhadap referensi putih. Pengolahan pasca kemudian melibatkan koreksi untuk non-reflectance sempurna dari referensi panel putih (Anonim, 1999).
Dalam kasus pengukuran reflectance di atas atau bahkan di bawah permukaan air, perbedaan dalam tingkat radiasi yang berbeda diperlukan perbedaan integrations times diterapkan untuk referensi putih dan target yang harus diperhatikan. Dalam kasus ini di reflectance tidak diukur secara langsung melainkan dihitung dari pengamatan dari radiance atau irradiance (Anonim, 1999).
Dalam setiap kasus di mana sensor tunggal yang digunakan itu adalah prasyarat alami bahwa cahaya adalah konstan selama waktu pengukuran. Hati-hati untuk mengukur down-welling radiance baik sebelum dan sesudah pengukuran sasaran (Anonim, 1999).
Pola pantulan tidak hanya dipengaruhi oleh objek, pantulan terhadap obje yang sama pun dapat berbeda karena kondisinya. Pola pantulan EM yang berbeda ini yang menjadi prinsip dalam pengenalan objek dalam inderaja. Jumlah energi yang dipantulkan suatu objek pada panjang gelombang yang berbeda-beda relatif terhadap energi yang diterima disebut spectrum reflectance atau spectral signature (Susilo dan Gaol, 2008).
Gambar 3 Contoh spectral signature dari suatu vegetasi.
Sumber: http://www.iac.ethz.ch
Gambar 4 Identifikasi objek berdasatkan spectral reflectance.
Sumber: Schott , 2004
Adapun alat untuk mengukur nilai reflektansi dari suatu objek adakal spektrometer. Spektrometer yang ada di pasaran saat menyediakan spektrometer yang lebih tinggi resolusi spektralnya, selain itu ada pula spektrometer yang dapat digunakan di bawah air (underwater).
Gambar 5 Ocean Optics USB4000 Fiber Optic Spectrometer.
Sumber: Manual USB4000, 2008
Recent Comments