Laporan Survei; Riset Climate Change

6 04 2010

Judul Kegiatan
RISET DAMPAK PADA PERIKANAN PELAGIS KAITANNYA DENGAN PERUBAHAN IKLIM GLOBAL
_________________________________________________________________________
Lokasi    : Juwana dan Rembang
Waktu    : 22-27 Maret 2010
Pelaksana    : 1.   Dr. Wijopriyono
2.    Drs. Suwarso, M.Si.
3.    Andria Ansri Utama, S.Pi.
4.    Andhika Prima Prasetyo, S.Pi.
_________________________________________________________________________
LATAR BELAKANG
Sumberdaya ikan pelagis merupakan sumberdaya ikan paling melimpah dan paling banyak ditangkap di Indonesia. Akibat eksploitasi sediaannya di alam telah mengalami penurunan disertai kecenderungan penurunan ukuran ikan yang tertangkap. Perubahan-perubahan iklim global diperkirakan telah mempengaruhi pemanasan air laut, perubahan pola angin, pergeseran waktu anomali el-nino, perubahan stratifikasi musim, komposisi kimia dan perubahan pola arus massa air, dan pada akhirnya mempengaruhi dinamika populasi ikan pelagis. Namun, sejauh ini belum diketahui pengaruh perubahan iklim global terhadap sumberdaya ikan pelagis di Indonesia. Oleh karena itu terkait dengan tujuan kegiatan ini, telah dilakukan survey lapangan untuk mengumpulkan data-data perikanan pelagis yang dimungkinkan terkait.

TUJUAN
1)    Mengumpulkan serial data hasil tangkapan ikan pelagis yang didaratkan di Juwana dan Rembang
2)    Observasi perikanan.

HASIL SEMENTARA
Kegiatan survey lapangan dilaksanakan di sekitar tempat pendaratan ikan (TPI) Bajomulyo II (Juwana) dan TPI Tasik Agung (Rembang) untuk mengumpulkan data hasil tangkapan (bulanan), upaya (trip) dan observasi umum tentang perikanan. Data statistik perikanan Kabupaten Pati juga diperoleh dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pati.
TPI Bajomulyo II adalah salah satu tempat pendaratan pukat cincin yang utama selain Tegal dan Pekalongan, sedang TPI Tasik Agung adalah salah satu dari empat tempat pendaratan pukat cincin mini di Rembang.

1.     PERKEMBANGAN PERIKANAN PUKAT CINCIN
Sejak mencapai puncak produksinya pada tahun 1994-1995 perikanan pukat cincin di Laut Jawa terus mengalami penurunan produksi dan tidak pernah lagi mengalami peningkatan; kondisi pendaratan ikan saat ini mungkin seperti pada awal tahun 1980an. Seiring dengan terjadinya penurunan stok dan peningkatan upaya (penurunan jumlah trip tapi kenaikan jumlah hari), di Juwana telah terjadi kekacauan sistim data pendaratan akibat berlangsungnya transhipment di laut, sistim titip dan kapal angkut/penampung (sejak tahun 2004, ramai pada tahun 2005). Dalam beberapa tahun terakhir ikan yang didaratkan didominasi oleh ikan asin. Hingga saat ini jumlah kapal aktif tinggal sekitar 160 unit, dan jumlah kapal penampung kira-kira 60 unit. Disisi lain, nelayan juga merespon perubahan dalam bentuk perubahan alat tangkap dan relokasi daerah penangkapan di luar Laut Jawa.
Alih alat tangkap diantaranya dari pukat cincin menjadi cantrang terlihat di Tasik Agung. Diantara 50 unit kapal cantrang yang tercatat di Tasik Agung, beberapa kapal merupakan kapal eks pukat cincin Pekalongan (biasanya nama kapal tidak berubah), diantaranya KM. Sumber Barokah Prima VI yang saat ini ganti pemilik dan pindah alamat menjadi milik Tasman (Tasik Agung); kapal dibeli dengan harga 600 juta dan menjadi kapal cantrang. Tercatat sekitar 30 kapal cantrang sejenis di Tasik Agung pada tahun 2005 yang merupakan eks pukat cincin Pekalongan (>30 GT). Cantrang memang umum digunakan nelayan Tasik Agung, sedang kapal-kapal pukat cincin mini yang mendarat di TPI ini sebagian besar berasal dari Kragan/Pandangan. Menurut nelayan cantrang dioperasikan di perairan sekitar pulau Masalembo, Lambau hingga Kota Baru (berjarak kira-kira 20 mil dari daratan atau 70 mil dari Rembang). Dari jumlah setting sebanyak 10 kali tawur per hari (siang hari) hasil tangkapan sekitar 60 basket @ 20 kg. Perbekalan rata-rata sekitar 100 juta per trip. Ukuran mata jaring yang diterapkan: sayap 6 inch, badan 2–3 inch, kantong 1 inch; tali warp 200 m (Ø 3,5 cm).
Tercatat sekitar 433 unit pukat cincin mini di seluruh Rembang (2008), sebagian besar (318 unit) berasal dari Kragan, 113 unit dari Sarang, dan sisanya dari Rembang (TPI Tasik Agung). Pukat cincin mini yang mendarat di Tasik Agung umumnya melakukan penangkapan di perairan utara Rembang ke arah barat, jumlah hari laut rata-rata 3-4 hari, waktu yang lebih pendek dibanding nelayan pukat cincin mini di Sarang yang dapat mencapai 7 hari dengan daerah penangkapan dari utara Rembang, sekitar Bawean hingga pulau Masalembo, dimana lokasi-lokasi tersebut juga merupakan daerah penangkapan utama pukat cincin besar/sedang.
Diantara 3 tempat pendaratan pukat cincin mini di Rembang (Tasik Agung, Kragan dan Sarang), landing ikan di Tasik Agung paling besar mencapai 63% dari seluruh total landing se-Kabupaten Rembang, atau sekitar 17.500 ton pada tahun 2004; sisanya didaratkan di Kragan (21%) dan Sarang (16%). Melihat jumlah pendaratan ikan, TPI Tasik Agung cukup mewakili data hasil tangkapan pukat cincin mini di perairan Laut Jawa bagian timur, apalagi sistim pendaratannya langsung dan tidak dikenal transhipment.
Berdasarkan data statistik tahunan dan bulanan tahun 2001-2009 di TPI Bajomulyo II, Kecamatan Juwana- Kabupaten Pati menunjukkan produksi hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di TPI Bajomulyo II sangat fluktuatif, hal ini terkait dengan musim penangkapan (musim puncak dan panceklik). Musim panceklik umumnya diasosiasikan dengan musim barat (Desember, Januari dan Februari), sedangkan musim puncak diasosiasikan dengan musim timur (Juni, Juli dan Agustus). Selain itu dikenal pula musim peralihan (musim peralihan I dan II). Pada Lampiran 1a dan 2a memperlihatkan hasil tangkapan tertinggi terjadi pada bulan November tahun 2002, yakni hasil tangkapan total sebesar 6.633.582 Kg. Pada tahun-tahun berikutnya terlihat hasil tangkapan cenderung menurun.
Berdasarkan data statistik tahunan dan bulanan tahun 1995-2009 di TPI Tasik Agung, Kabupaten Rembang menunjukkan produksi hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di TPI Tasik Agung sangat fluktuatif seperti yang ditunjukkan pada data hasil tangkapan TPI Bajomulyo II.  Pada Lampiran 1b dan 2b memperlihatkan hasil tangkapan tertinggi terjadi pada bulan Agustus tahun 2002, yakni hasil tangkapan total sebesar 6.261.288 Kg dengan jumlah kapal masuk sebanyak 753 kali. Sama halnya dengan data hasil tangkapan di TPI Bajomulyo II, pada tahun-tahun berikutnya terlihat hasil tangkapan cenderung menurun.

2.    DATA YANG DIPEROLEH
Data yang dikumpulkan berupa rekapitulasi secara bulanan selama periode 1999-2009 untuk diamati kecenderungan perubahannya (trend) secara temporal (musiman dan tahunan) dan kemungkinan pemanfaatannya bagi studi terkait perubahan iklim global. Data-data tersebut sebagai berikut:

PATI-JUWANA:
    Statistik perikanan tahunan Kab. Pati (total landing menurut alat tangkap per TPI, total landing menurut jenis ikan per alat tangkap, jumlah kapal (KM/MT) yang masuk TPI, jumlah bakul yang aktif di TPI, jumlah KM/MT menurut TPI); tahun 1998-2009
    Pendaratan kapal (lokal dan luar daerah) tahunan di TPI Bajomulyo II; tahun 1984-1996
    Statistik produksi tahunan menurut jenis ikan; tahun 1992-2002
    Statistik perikanan bulanan TPI Bajomulyo II (produksi menurut jenis ikan dan alat tangkap, A1); tahun 2001-2009
    Catatan keluar-masuk kapal di TPI Bajomulyo II (contoh); tahun 2010

REMBANG:
    Statistik perikanan bulanan TPI Tasik Agung (produksi menurut jenis ikan dari alat tangkap pukat cincin mini, Model A1); tahun 2005-2009
    Statistik perikanan harian TPI Tasik Agung (jumlah perahu yang masuk); tahun 2005-2009
    Data historis tahun-tahun sebelumnya telah diperoleh dari kegiatan survei oleh BRPL

Catatan:
1)    Di TPI Bajomulyo II Juwana, data rekapitulasi landing bulanan (model A1) dari alat tangkap pukat cincin adalah gabungan dari pukat cincin besar/sedang dan pukat cincin mini. Pemisahan data dari kedua jenis alat tangkap tersebut dapat diperoleh di data Buku Bakul dan Data Harian Kapal yang masuk dan lelang
2)    Sebagai sumber data paling dasar di TPI Bajomulyo II Juwana, data ‘Buku Bakul’ masih tersedia dari tahun 2002 sampai sekarang. Namun, data yang terkait (Keluar-Masuk kapal) harus dilacak.
3)    Di TPI Tasik Agung (Rembang), data Buku Bakul masih tersimpan. Data yang telah direkap (BRPL) tahun 2005-2007.
4)    Perolehan data-data tersebut sedang di-entri.

3.    PERSONAL MEETING
    Kepala Dinas Kabupaten Pati (Pak Singgih)
    Bagian statistik Dinas Kabupaten Pati (Pak Hery dan Masrukhan)
    Kepala TPI Bajomulyo II (Pak Joko)
    Statistik TPI Bajomulyo II (Ibu Turyani)
    Statistik Kapal Masuk TPI Bajomulyo II (Pak Darwi)
    Kepala TPI Tasik Agung, Rembang (Pak Mulyono)
    Statistik TPI Tasik Agung (Ibu Endang dan Tuti).
    Nahkoda KM. Sumber Barokah Prima VI (Pak Tasman)

4.    SARAN
a)    Untuk TPI Bajomulyo II (Kabupaten Pati) perlu pemisahan data (catch & effort) pukat cincin ke dalam pukat cincin besar dan pukat cincin mini. Rincian data dapat diperoleh dari catatan TPI berupa Data Harian Kapal, sedang rincian menurut spesies per kapal dari Buku Bakul. Data tersedia, namun untuk memperolehnya diperlukan dana/enumerator.
b)    Hal yang sama untuk TPI Tasik Agung (Rembang), bila nantinya perlu data rinci yang lebih lengkap (catch per kapal menurut spesies).

Last edited
Jakarta, 31 Maret 2010.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: