Bahan baku atau bahan dasar benang dan jaring terdiri atas serat alami (natural fibre) dan serat sintesis (synthetic fibre). Serat alami adalah serat yang dibuat dengan bahan dasar tumbuhan dan hewan (Klust, 1983a). Contoh serat alami yang berbahan dasar tumbuhan (plant fibre) adalah kenaf, ramie, abaca, jute, flax/linen, sisal, hemp, cotton, soybean, bambu, raffia, rina dll (Wikipedia, 2007). Adapun serat alami yang berbahan dasar hewan (animal fibre) adalah mohair, wool, camel, alpaca, llama, angora, cashmere, yak, silk, sinew dll (Binhaitimes, 2005). Selain serat alami adapula serat sintesis, yaitu serat yang dibuat dari unsur-unsur kimia yang sederhana kemudian digabungkan sehingga terbentuk susunan baru secara lengkap dan kompleks, sehingga mempunyai sifat-sifat baru yang semakin rumit dan berubah dari sifat semula (Klust, 1983a). Contoh-contoh serat sintesis adalah Polyamide (PA), Polyester (PES), Polyethylene (PE), Polyprophylene (PP), Polyvinyl Chloride (PVC), Polyvinyllidene Chloride (PVD), Polyvinyl Alcohol (PVA), dll (Klust, 1983a). Penjelasan mengenai beberapa jenis bahan jaring baik serat sintesis maupun serat alami dijabarkan sebagai berikut :
Sumber:
Prasetyo, Andhika P. 2009. Kekuatan Putus (Breaking Strength) Benang dan Jaring PA Multifilamen pada Penyimpanan di Ruang Terbuka dan Tertutup. Skripsi [tidak dipublikasikan]. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK-IPB.
Klust, Gerhard. 1983a. Bahan Jaring untuk Alat Penangkapan Ikan. Edisi ke-2. (Penterjemah Team BPPI Semarang). Terjemahan dari Netting Materials for Fishing Gear. Semarang: BPPI Semarang. 187 hal.
Recent Comments